PENGARUH ASPEK RASIO H/W TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN TERMAL DI DAERAH PESISIR

Boby Rahman(1*), Dedy Enda(2), Oni Febriani(3)

(1) Politeknik Negeri Bengkalis, Jln. Bathin Alam Sei Alam Kab.Bengkalis Prov.Riau
(2) Politeknik Negeri Bengkalis, Jln. Bathin Alam Sei Alam Kab.Bengkalis Prov.Riau
(3) Politeknik Negeri Bengkalis, Jln. Bathin Alam Sei Alam Kab.Bengkalis Prov.Riau
(*) Corresponding Author

Abstract


Pusat kota Selatpanjang mengalami peningkatan dari segi fungsi kawasan. Peningkatan tersebut menyebabkan munculnya bangunan-bangunan dengan ketinggian berbeda sehingga memiliki dampak tidak adanya ruang yang cukup di dalam proses pelepasan panas melalui aliran udara. Dari fenomena tersebut, penelitian ini mencoba mengevaluasi pengaruh perubahan ketinggian bangunan berbanding lebar jalan (H/W) terhadap kinerja lingkungan termal dengan berpedoman kepada peraturan Ditjen Cipta Karya dan peraturan pemerintah kota Selatpanjang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan simulasi software ENVI-met V3.1. Hasil penelitian menunjukkan desain canyon dengan nilai H/W rendah (1.05 dan 0.9) menghasilkan temperatur udara sebesar 34,7°C dan 35,4°C. Terdapat selisih 1-2.4°C lebih tinggi jika dibandingkan desain canyon dengan nilai H/W tinggi. Sementara itu desain canyon bangunan didalam kondisi diterapkannya peraturan Ditjen Cipta Karya (2000), shallow canyon (H/W rendah) tetap menghasilkan nilai temperatur udara yang lebih tinggi jika dibandingkan deep canyon (H/W tinggi) namun dengan selisih nilai yang kecil yaitu 0.1°C-0.37°C.


Keywords


Lingkungan termal, Aspek rasio H/W, Kawasan pesisir tepi air

Article metrics

Abstract views : 8 | views : 0

Full Text:

PDF

References


Cha, Jae-Gyu., Jung, Eung-ho., Ryu, Ji-Won., Kim, Dae-Wuk., (2007), Constructing a Green Network to Alleviate the Urban Heat-Island Phenomenon: Focusing on Daegu Metropolitan City in Korea, Real Corp 007 Proceddings, Tangungsband Vienna.

Ditjen Cipta Karya, (2000), “Kebijakan Penataan Kawasan Tepian Air”.

Oke, T.R., (1987), Boundary Layer Climates, London: Routledge

Erell, E., Pearlmutter, D., Williamson, T.T.J., (2011), Urban microclimate: designing the spaces between buildings. Routledge

Johansson, E., (2006), Influence of Urban Geometry on Outdoor Thermal Comfort in a Hot Dry Climate: A study in Fez, Morocco

Shishegar, N., (2013), “Street Design and Urban Microclimate: Analyzing the Effects of Street Geometry and Orientation on Airflow and Solar Access in Urban Canyons” Journal of Clean Energy Technologies, Vol. 1, No. 1.

Bakarman, M.A., J.D. Chang., (2015). The Influence of Height/Width Ratio on Urban Heat Island in Hot-Arid Climates.

Ali-Toudert, F., Mayer, H., (2006), “Numerical study on the effects of aspect ratio and orientation of an urban street canyon on outdoor thermal comfort in hot and dry climate”, Buildings and Environment, vol. 41, pp. 94-108.

Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 9 Tahun 2015 Tentang “Kepadatan Area Terbangun”

Al-Sallal, A., Al-Rais, L., (2012), “Outdoor airflow analysis and potential for passive cooling in the modern urban context of Dubai” Renewable Energy, vol.38, pp. 40-49

Aynsley, RM, W. Melabourne dan Bj. Vockery (1977) Architectural Aeorodynamics. Applied Science Publisher: London

Boutet, Terry., (1987), Air Movement, Mc Graw Hill Co., New York.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Boby Rahman, Dedy Enda, Oni Febriani