BILIK DISINFEKTAN BERBASIS OZON (TANPA CAIRAN KIMIA) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI LINGKUNGAN UPT PUSKESMAS DESA PEMATANG DUKU BENGKALIS

Marzuarman Marzuarman(1*), Abdul Hadi(2), Abdul Hadi(3), Jefri Lianda(4), Jefri Lianda(5)

(1) Politeknik Negeri Bengkalis
(2) 
(3) 
(4) 
(5) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Berbagai cara dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) yang saat ini tengah mewabah di Indonesia. Salah satunya dengan menyemprot disinfektan. Bahkan, tak sedikit orang yang menyemprot cairan disinfektan ke tubuh, jalanan, hingga membuat bilik disinfektan (chamber). Tetapi penyemprotan cairan disinfektan ke tubuh sangat tidak direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO). Karena dapat mengakibatkan iritasi jika terkena kulit atau selaput lendir manusia, seperti mata dan mulut, dapat mengikis lapisan tersebut. Akibatnya, kuman dapat masuk dengan mudah ke area tubuh sehingga menyebabkan peradangan. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuatlah bikik disinfektan berbasis ozon Sebagai pengganti cairan disinfektan. Karena berdasarkan penelitian sifat dan kegunaan ozon (O3) sebagai sterilisasi ruangan atau sangat baik digunakan untuk membunuh kuman, bakteri dan virus. Maka bilik disinfektan berbasis ozon ini diharapkan mampu mencegah penularan Covid-19 pada pasien, tenaga medis dan masyarakat umum di UPT Puskesmas Desa Pematang Duku Bengkalis. Selain itu bilik disinfektan ini juga dilengkapi mist maker untuk melembabkan bilik sehingga gas ozon lebih mudah menyerap pada kulit dan baju manusia. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan melakukan perancangan bilik dan sistem kelistrikan untuk mengahsilkan ozon dan asap, penambahan sistem otomasi pada bilik dan pengujian hingga selesai dan terakhir proses serah terima barang pada mitra pengabdian masyarakat

Article metrics

Abstract views : 534 | views : 60

Full Text:

PDF

References


De Groot RJ, Baker SC, Baric R, Enjuanes L, Gorbalenya AE, Holmes KV, Perlman S, Poon L, Rottier PJ, Talbot PJ, Woo PC, Ziebuhr J (2011). "Family Coronaviridae". Dalam King AM, Lefkowitz E, Adams MJ, Carstens EB, International Committee on Taxonomy of Viruses, International Union of Microbiological Societies. Virology Division. Ninth Report of the International Committee on Taxonomy of Viruses. Oxford: Elsevier. hal. 806–828.

Detik, (1 Mei 2020), “Tembus 10.551, Ini Sebaran Kasus Positif Corona di Indonesia 1 Mei 2020”, https://news.detik.com/berita/d-4998765/tembus10551-ini-sebaran-kasus-positif-corona-di-indonesia-1-mei-2020.

Geller C, Varbanov M, Duval RE (November 2012). "Human coronaviruses: insights into environmental resistance and its influence on the development of new antiseptic strategies". Viruses. Vol. 4 No.11 hal. 3044–68.

Hill L, Flack M. (28 December 1911). "The Physiological Influence of Ozone". Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 84 (573), hal. 404– 415.

Li F, Li W, Farzan M, Harrison SC (September 2005). "Structure of SARS coronavirus spike receptor-binding domain complexed with receptor". Science. 309 (5742). Hal. 1864–8.

SehatQ, (1 April 2020), “Menilik Bahaya Bilik Disinfektan dan Semprot Disinfektan ke Tubuh Secara Langsung”, https://www.sehatq.com/artikel/bahaya-mengintai-dibalik-bilik-disinfektandan-semprot-disinfektan-secara-langsung-ke-tubuh

Sexton NR, Smith EC, Blanc H, Vignuzzi M, Peersen OB, Denison MR (Agustus 2016). "Homology-Based Identification of a Mutation in the Coronavirus RNA-Dependent RNA Polymerase That Confers Resistance to Multiple Mutagens". Journal of Virology. Vol 90 No:16, hal. 7415–7428.

Sousa CS, Torres LM, Azevedo MPF, De Camargo TC, Graziano KU, Lacerda RA, Turrini RNT (2011). “Sterilization with ozone in health care: an integrative literature review”, Rev Esc Enferm USP 2011, Vol.45 No.5, hal. 1238-1244. Wikipedia, (2020), “Koronavirus”, https://id.wikipedia.org/wiki/Koronavirus.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.