Battery Management System (BMS) Dengan State Of Charge (SOC) Metode Modified Coulomb Counting

Puspita Ningrum(1*)

(1) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


Baterai merupakan media penyimpanan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang dapat dikonversikan menjadi daya. Dalam kasus yang ditemukan baterai mudah mengalami kerusakan dan memiliki life time yang pendek. Kerusakan pada baterai disebabkan karena penggunaan yang tidak ideal dan baterai tidak dilengkapi sistem proteksi dan monitoring, sehingga baterai tetap beroperasi meskipun dalam kondisi over-voltage, over-current dan over-heat saat charging dan ditambah mengalami under-voltage pada saat discharging. Pada jurnal ini disampaikan perancangan sistem BMS (Battery Management System) untuk 2 jenis baterai yaitu Lead Acid 12V 7Ah dan Li-ion 12V 4Ah. BMS memiliki tiga fungsi, yaitu computation , monitoring ,dan protection. Sensor tegangan, sensor arus ACS 712 dan sensor suhu DHT22 digunakan untuk mengirimkan informasi mengenai kondisi baterai ke mikrokontroler Arduino Mega 2560 sebagai pusat kendali. Akurasi pengukuran State Of Charge (SOC) mempunyai aspek yang penting dalam perancangan Battery Management System. Pengukuran  SOC secara tepat dapat menghindarkan baterai dari kondisi  overcharge dan undercharge.  Dari  hasil  pengujian diharapkan bahwa BMS mampu membaca nilai tegangan, arus, suhu, SOC, AH, dan WH. Hasil pembacaan parameter dapat tersimpan pada SD Card. Sistem proteksi pada BMS akan aktif ketika baterai dalam kondisi tidak ideal sehingga baterai tidak mudah rusak dan dapat menekan penurunan life time.


Keywords


Battery Management System; State Of Charge; computation; monitoring; protection.

Article metrics

Abstract views : 3 | views : 0

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 INOVTEK - Seri Elektro